CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 21 November 2009

Ayo,konsumsi makanan antioksidan sejak dini!

Untuk mendapatkan tubuh sehat dan umur panjang, orang melakukan banyak hal. Mulai dari olahraga, menyantap makanan tambahan, sampai bedah kosmetik untuk mengencangkan kulit yang mulai keriput. Padahal itu hanya dari permukaan saja, yang lebih penting justru bagaimana kita memerangi radikal bebas yang merusak tubuh dari dalam antara lain dengan antioksidan.

Saat ini kelebihan gizi yang mengakibatkan tingginya prevalensi penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, kencing manis, rematik sudah dirasakan sampai di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Belum lagi akibat yang ditimbulkan oleh lingkungan tercemar, kesalahan pola makan dan gaya hidup yang justru merangsang tumbuhnya radikal bebas (free radical) yang merusak tubuh kita.

Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil (mempunyai satu elektron atau lebih yang tanpa pasangan), sehingga untuk memperoleh pasangan elektron senyawa ini sangat reaktif dan merusak jaringan. Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernapas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pencemar, dan radiasi matahari atau radiasi kosmis. Radikal bebas inilah biang keladi berbagai keadaan patologis seperti penyakit lever, jantung koroner, katarak, penyakit hati dan dicurigai proses penuaan dini ikut berperan.

Radikal bebas lazimnya hanya bersifat perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tak lagi membahayakan tubuh. Namun, bila radikal bebas sempat bertemu dengan enzim atau asam lemak tak jenuh ganda, maka merupakan awal dari kerusakan sel antara lain:

• Kerusakan DNA (deoxy nucleic acid) pada inti sel
Senyawa radikal bebas merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan DNA di samping penyebab lain seperti virus, radiasi, dan zat kimia karsinogen. Bila kerusakan tidak terlalu parah, masih dapat diperbaiki oleh sistem perbaikan DNA. Namun, bila sudah menyebabkan rantai DNA terputus di berbagai tempat, kerusakan ini tidak dapat diperbaiki lagi sehingga pembelahan sel akan terganggu. Bahkan terjadi perubahan abnormal yang mengenai gen tertentu dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit kanker.

• Kerusakan membran sel
Komponen terpenting membran sel mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang sangat rentan terhadap serangan radikal bebas. Kalau ini terserang struktur dan fungsi membran akan berubah yang dalam keadaan ekstrem akhirnya mematikan sel-sel pada jaringan tubuh.

• Kerusakan protein
Terjadinya kerusakan protein akibat serangan radikal bebas ini termasuk oksidasi protein yang mengakibatkan kerusakan jaringan tempat protein itu berada. Contohnya kerusakan protein pada lensa mata yang mengakibatkan katarak.

• Kerusakan lipid peroksida
Ini terjadi bila asam lemak tak jenuh terserang radikal bebas. Dalam tubuh kita, reaksi antarzat gizi tersebut dengan radikal bebas akan menghasilkan peroksidasi yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan sel, yang dianggap salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit degeneratif (kemerosotan fungsi tubuh).

• Proses penuaan.
Umumnya, semua sel jaringan organ dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalamnya terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawan. Namun, karena manusia secara alami mengalami degradasi seiring dengan peningkatan usia akibat radikal bebas itu sendiri, otomatis pemusnahannya tidak pernah mencapai 100% meski secara teori dapat dipunahkan oleh berbagai antioksidan. Belum lagi adanya rangsangan untuk membentuk radikal bebas yang berasal dari lingkungan sekitar. Karena itu, secara perlahan-lahan tapi pasti, terjadi kerusakan jaringan oleh radikal bebas yang tidak terpunahkan.
Kerusakan jaringan secara pelan ini merupakan proses terjadinya ketuaan, seperti kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan otot sehingga kulit tampak keriput, terjadinya lipofuchsin atau bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel. Yang ingin awet muda tentu perlu banyak mengkonsumsi zat gizi yang meminimalkan efek radikal bebas ini.

• Dapat menimbulkan autoimun
Dalam keadaan normal, antibodi hanya terbentuk bila ada antigen yang masuk dalam tubuh. Autoimun adalah terbentuknya antibodi terhadap suatu sel tubuh biasa dan hal ini dapat merusak jaringan tubuh dan sangat berbahaya.

Tetapi, antioksidan dapat mencegah kanker dengan membunuh radikal bebas. Antioksidan sangat berperan dalam mencegah kanker. Oleh karena itu, pola makan yang tidak sehat seharusnya diubah dengan mengkonsumsi makanan-makanan alami yang banyak mengandung antioksidan.

Sistem antioksidan tubuh sebagai mekanisme perlindungan terhadap serangan radikal bebas, secara alami telah ada dalam tubuh kita. Dari asal terbentuknya, antioksidan ini dibedakan menjadi dua yakni intraseluler (di dalam sel) dan ekstraseluler (di luar sel) atau pun dari makanan. Dari sini antioksidan tubuh bisa dikelompokkan menjadi 3 yakni:

Antioksidan primer
Antioksidan primer ini bekerja untuk mencegah pembentuk senyawa radikal bebas baru. Ia mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang berkurang dampak negatifnya, sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi. Contoh antioksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi sebagai pelindung hancurnya sel-sel dalam tubuh serta mencegah proses peradangan karena radikal bebas. Enzim SOD sebenarnya sudah ada dalam tubuh kita. Namun bekerjanya membutuhkan bantuan zat-zat gizi mineral seperti mangan, seng, dan tembaga. Selenium (Se) juga berperan sebagai antioksidan. Jadi, jika ingin menghambat gejala dan penyakit degeneratif, mineral-mineral tersebut hendaknya tersedia cukup dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari.


Antioksidan sekunder
Antioksidan ini berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Contoh antioksidan sekunder: vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam urat, bilirubin, dan albumin.

Antioksidan tersier
Antioksidan jenis ini memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas. Contoh enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksidan reduktase. Adanya enzim-enzim perbaikan DNA ini berguna untuk mencegah penyakit kanker, misalnya.

Konsentrasi tertinggi antioksidan ada di lapisan terluar kulit, epidermis, yang berguna untuk mencegah radikal bebas memasuki lapisan kulit hidup. Semakin tua, antioksidan dalam tubuh akan makin berkurang efisiensi dan jumlah. Ini tampak dari mulai adanya tanda-tanda kerusakan pada kulit. Dr. Koh Chuan Keng, Konsultan Dermatologis, mengatakan, “Saat tubuh terkena sinar matahari (UV), ia akan kehilangan kolagen sehingga menyebabkan penuaan. Panas juga dapat merusak kulit. Itulah sebabnya mengapa orang-orang yang sering terkena panas tinggi seperti oven, kompor dll, akan memiliki kualitas yang lebih buruk”.

Berikut ini adalah tips solusi makanan antioksidan pengusir radikal bebas berdasarkan jenis kandungannya:
Betakarotin
Dapat ditemukan di banyak makanan berwarna oranye, seprti ubi merah, wortel, labu, aprikot, mangga dan sayuran berdaun hijau seperti bayam dan sawi.
Lutein
Berlimpah ruah di sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkungdan sawi.
Lycopene
Adalah antioksidan manjur yang dapat ditemukan pada tomat, semangka, jambu biji, pepaya, aprikot dan jeruk.
Selenium
Merupakan zat besi yang dibutuhkan untuk meningkatkan fungsi salah satu sistem enzim antioksidan tubuh. Beras dan gandum adalah sumber utama selenium.
Vitamin A
Banyak dikandung oleh hati, ubi, wortel, susu, kuning telur dan keju muzarella.
Vitamin C
Bisa ditemukan melimpah di banyak buah dan sayuran seperti delima, kiwi, strawberry, parika hijau, kol, bayam, brokoli dan kangkung.
Vitamin E
Terdapat pada almond, beberapa jenis minyak seperti minyak wheatgerm, minyak safflower, minyak jagung dan minyak kedelai, serta mangga, kacang dan brokoli.

Nah,mumpung kita masih muda mendingan kita coba buat mengonsumsi makanan ini apalagi sekarang cuaca dan kondisi lingkungan udah semakin parah


(dari berbagai sumber)

Jumat, 20 November 2009

dahulu

ntah knapa,kemren (tepatnya kemaren pagi waktu liat FB) teringat seseorang yg pernah dekat waktu dulu zaman kuliah.

hmmmm..dulu kita emang deket kok sebagai temen,kita sering kumpul bareng di kosan,bahkan ngobrol sampe larut (itu mh c temen2 yg pada ngobrol,gw mh tidur aja pules) saking seringnya muncul,lama-lama ada yg berubah,emang dulu gw sempet ngecengin dia (tp ga jadi karena ada ssuatu hal) tp seorang teman ada yg pernah memanas-manasi tentang dia dan mungkin benar karena terjadi perubahan sikap dari DIA.

tapi pada akhirnya walaupun suka,ga mungkin bisa karena ada prinsip yang beda dan bakalan susah.seorang teman pernah berkata:

R:'lo suka ya ma dia?tampaknya dia jg suka'
W:'iya emg suka tapi gimana atuh?'
R:'klo kata gw,mending jangan wid,soalnya susah klo lo udah sayang banget ma DIA.'

so,in the end..kita tetap berteman dan DIA sudah menemukan tambatan hatinya,tapi sekarang kita jarang ketemu,mungkin udah sibukmasing-masing kali ya dan DIA udh pulang ke rumahnya

but,i miss that moment dimana kita sering ngumpul ampe malam dan gw mendengarkan teman2 bercerita diselingi igauan gw di suatu tempat kosan di Sayang.